MANAJEMEN YANG SUKSES
Produksi singkong yang efektif dan efisien
PENGOLAHAN SINGKONG
PENGOLAHAN SINGKONG
GAPLEK
Gaplek dapat dikatakan adalah
singkong dalam bentuk potongan kecil yang telah kering sehingga masih
dapat diproses menjadi berbagai produk turunan Singkong. Metode
produksinya sangat sederhana. Diproses secara intensif di negara
Thailand, Malaysia dan Afrika , Gaplek atau dried cassava chips adalah
komoditi yang terkenal di dunia sebagai pakan ternak dengan kadar
karbohidrat tinggi.
PELLET
Pellet dibuat dari umbi kering yang
digiling dan dibentuk menjadi bentuk silinder dengan panjang sekitar 2 –
3 cm dan diameter sekitar 4 – 8 mm.
pellet mempunyai kelebihan dibanding Gaplek yaitu :
1. Kualitas lebih seragam
2. Menyita tempat lebih sedikit dibanding Gaplek sehingga mengurangi biaya transport dan penyimpanan.
3. Biasanya
sampai di tempat tujuan pengiriman dalam bentuk utuh sementara sebagian
dari Gaplek akan cenderung lembab dan rusak karena panas.
TEPUNG PATI SINGKONG
Pati adalah salah satu substansi
penting di dunia yang dapat diperbaharui dan merupakan sumber daya yang
tidak terbatas. Pati dihasilkan dari biji – bijian atau umbi akar.
Sebagian besar dari Pati digunakan sebagai bahan pangan namun dengan
berbagai proses fisika, kimia dan biologi dapat dikonversi menjadi
beragam produk lain. Saat ini Pati digunakan sebagai bahan pangan,
kertas, tekstil, perekat, minuman, farmasi dan bahan bangunan.
PROSES PENGOLAHAN SIRUP GLUKOSA
Teknologi pengolahan singkong
menjadi gula cair dalam skala pedesaan telah tersedia. Teknologi ini
bahkan dapat dioperasikan oleh kelompok tani dengan mudah. Bahan baku
untuk pengolahan gula cair tersebut berasal dari tepung tapioka kering,
bahkan dapat diolah dari pati yang basah sekalipun. Pati murni
mengandung granula mikro yang mengandung struktur internal yang
kompleks.Pada suhu kamar, Namun jika dipanaskan hingga suhu 60 derajat
celcius granula akan lumer dan menghasilkan kenaikan viskositas (
kekentalan ) .anula tadi dapat larut dalam air.
PENGOLAHAN ETHANOL
Ethanol diperoleh dari hasil
fermentasi gula, selulosa atau hasil konversi pati. Diluar kegunaannya
sebagai bahan pangan dan farmasi ethanol telah menjadi alternatif bagi
pengembangan BioFuel di berbagai negara berkembang, antara lain karena :
1. Tidak beracun
2. Tidak menyebabkan polusi udara atau kerusakan lingkungan )*
3. Tidak menghasilkan GHG ( Green House gas ) seperti karbon )*
4. Mempunyai nilai oktan yang lebih tinggi daripada minyak fosil
5. Bahan mentah yang baik untuk kimia sintetis
6. Ethanol mengurangi ketergantungan negara akan minyak bumi dan sebagai pendapatan non-migas
)* NOTE : Deforestisasi akibat
pembukaan lahan besar – besaran untuk menanam tanaman penghasil ethanol
akan mengurangi penyerapan karbon, dan proses konversi yang tidak
optimal seperti pada produksi skala rumahan akan menghasilkan Karbon
dalam jumlah besar sehingga dapat dikatakan bahwa BioFuel BUKAN sebuah
solusi bagi Global Warming & Global Climate Change.
LIMBAH
Pengolahan
Singkong menjadi Pati ataupun produk turunannya dipastikan akan
menghasilkan sisa produksi berupa limbah padat dan cair. Limbah berupa
onggok ini masih dapat dimanfaatkan karena masih mengandung beberapa
unsur nutrisi yang dibutuhkan tanaman dan ternak.
Limbah padat seperti kulit
singkong dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak dan pupuk, sedangkan
onggok (ampas) dapat digunakan sebagai sebagai bahan baku pada industri
pembuatan saus, campuran kerupuk, obat nyamuk bakar dan pakan ternak.
Limbah cair dapat dimanfaatkan
untuk pengairan sawah dan ladang, selain itu limbah cair pengolahan
tapioka dapat diolah menjadi minuman nata de cassava.
Daun singkong dapat juga
digunakanan untuk fortifikasi limbah untuk pakan ternak karena daun
singkong mengandung nilai protein yang cukup tinggi

0 komentar:
Posting Komentar